Idola yang
ternoda
Cercaan yang
menggema
Mulai dari
pelosok selatan sampai utara
dan Tak ada henti-hentinya
Namun engkau
begitu tangguh
Dengan hati
yang teguh
Tekad yang
tak rapuh
Juga jiwa
yang tak angkuh
Melangkah
terus
Tak peduli
musuh yang berakal bulus
Hingga akhirnya
pedangpun terhunus
Untuk membasmi
musuh-musuh yang rakus
Kecerdasan
yang menjadi acuan
Kebijaksanaan
yang menjadi landasan
Kerendahan
hati yang menjadi amalan
Hingga terpaksa
keberingasan menjadi keadilan
Jiwa dan
raga terpusat pada kemerdekaan
Bebas,
lepas, namun berperadaban
Sembari mengayuhkan
tangan
Memeras otak
kegelapan
untuk
menyerap cahaya keadilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar