Rerintikan yang dirindu
Akhirnya datang tiada jemu
Gelegar petir yang mulai mendayu-dayu
Seakan menjawab do’a yang begitu syahdu
Terus mengguyur
Deras meluncur
Membasahi lubang-lubang sumur
Dan berdo’a semoga kekayaan
alam ini semakin subur
Angin yang begitu kencang
Membuat semua yang ada
menjadi terbang
Bersahut-sahutan dengan petir
yang malang
Dalam hujan di waktu siang
Tuhan, kau tampakkan pesona
ini
Hamba haruslah bersyukur
apapun yang terjadi
Dan berharap semoga bukan
musibah yang silih berganti
Tapi sebuah rohmat yang tiada
henti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar