Minggu, 09 November 2014

Hujan

Rerintikan yang dirindu
Akhirnya datang tiada jemu
Gelegar petir yang mulai mendayu-dayu
Seakan menjawab do’a yang begitu syahdu

Terus mengguyur
Deras meluncur
Membasahi lubang-lubang sumur
Dan berdo’a semoga kekayaan alam ini semakin subur

Angin yang begitu kencang
Membuat semua yang ada menjadi terbang
Bersahut-sahutan dengan petir yang malang
Dalam hujan di waktu siang

Tuhan, kau tampakkan pesona ini
Hamba haruslah bersyukur apapun yang terjadi
Dan berharap semoga bukan musibah yang silih berganti
Tapi sebuah rohmat yang tiada henti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar