Minggu, 23 November 2014

Terbungkam Lagi


Demokrasi telah mati
Suara rakyat semakin sekarat
Yang hidup hanyalah kebohongan abadi
Berparas kemunafikan tak bersyarat

          Terbungkam……
          Seperti suara di dalam sekam
          Hilang dalam gelapnya malam
Menyisakan luka yang terlalu dalam

Luka rakyat yang tak boleh bersuara
Celoteh setan di anggap penuh makna
Pembungkaman yang jumawa
Sangkaan kebanyakan para ORMAWA
Yang suka meneriakkan HIDUP MAHASISWA

Entahlah itu yang dimaksud benar-benar hidup mahasiswa atau hidup golongan kita

Senin, 10 November 2014

Taubat



Tubuh yang lusuh
Pakaian yang kumuh
Namun perilaku begitu angkuh
Menjadikan hati semakin rapuh
Manusia yang begitu hina
Beperan layaknya raja
Yang sombong akan mahkota
Hingga lupa siapa dirinya
Tapi…. Tuhan begitu baik kepada hamba
Dia begitu pema’af dan Maha bijaksana
Tak peduli latar belakang masa lalunya
Dia selalu menerima taubat dengan tangan terbuka
Innallaha yuhibbuttawwabiina wa yuhibbul mutathohhiriin

Pahlawan yang Ternoda



Idola yang ternoda
Cercaan yang menggema
Mulai dari pelosok selatan sampai utara
dan Tak ada henti-hentinya

Namun engkau begitu tangguh
Dengan hati yang teguh
Tekad yang tak rapuh
Juga jiwa yang tak angkuh

Melangkah terus
Tak peduli musuh yang berakal bulus
Hingga akhirnya pedangpun terhunus
Untuk membasmi musuh-musuh yang rakus

Kecerdasan yang menjadi acuan
Kebijaksanaan yang menjadi landasan
Kerendahan hati yang menjadi amalan
Hingga terpaksa keberingasan menjadi keadilan

Jiwa dan raga terpusat pada kemerdekaan
Bebas, lepas, namun berperadaban
Sembari mengayuhkan tangan
Memeras otak kegelapan
untuk menyerap cahaya keadilan

Minggu, 09 November 2014

Hujan

Rerintikan yang dirindu
Akhirnya datang tiada jemu
Gelegar petir yang mulai mendayu-dayu
Seakan menjawab do’a yang begitu syahdu

Terus mengguyur
Deras meluncur
Membasahi lubang-lubang sumur
Dan berdo’a semoga kekayaan alam ini semakin subur

Angin yang begitu kencang
Membuat semua yang ada menjadi terbang
Bersahut-sahutan dengan petir yang malang
Dalam hujan di waktu siang

Tuhan, kau tampakkan pesona ini
Hamba haruslah bersyukur apapun yang terjadi
Dan berharap semoga bukan musibah yang silih berganti
Tapi sebuah rohmat yang tiada henti