Jiwa dan ragaku terhenyak
Jantungku seakan berhenti berdetak
Kabar tentang kepergianmu begitu mendadak
Tak ada tanda-tanda yang nampak
Padahal
langit pagi masih cerah
Burung
berkicau indah
Matahari nampak
sedikit malu untuk singgah
Dan ketika
itu tanganku masih menengadah
Ya… di waktu shubuh itu
Engkau pulang meninggalkan kalbu
Untuk orang-orang tersayat rindu
Mereka adalah orang yang mencintaimu
Guru…………
Kami rindu
suaramu yang merdu
Kami rindu
lantunan Al Qur’anmu yang begitu syahdu
Kami rindu
keteladanan darimu
Kami rindu
semua hal tentangmu……
Dari
santrimu yang masih nakal : Abdullah Arief Agata Kusuma
Untukmu
wahai guru, Al Maghfurlahu Al Hafidz Dr. Ahmad Syafa’at, M. Ag
Tidak ada komentar:
Posting Komentar